10 Tingkatan IQ Manusia Beserta Jumlah Populasinya

10 Tingkatan IQ Manusia Beserta Jumlah Populasinya

IQ adalah salah satu jenis kecerdasan yang dimiliki oleh manusia. IQ sendiri memiliki beberapa tingkatan dan tingkatan IQ manusia berbeda-beda, sekalipun itu saudara kembar kita.

Tapi ada yang perlu diluruskan tentang pemahaman sebagian orang dalam masalah IQ ini, orang yang memiliki IQ rendah bukan berarti orang itu bodoh, karena kecerdasan manusia banyak jenisnya, dan IQ ini hanya salah satunya saja.

Pengertian IQ

Istilah IQ sendiri merupakan singkatan dari Intelligence Quotient. Maksudnya adalah kecerdasan intelektual, kemampuan dalam menganalisa sesuatu, dan kemampuan dalam menggunakan logika.

IQ juga merupakan kecerdasan untuk menerima, menyimpan dan mengolah informasi menjadi fakta. Orang yang memiliki kecerdasan intelektual yang baik, ia lebih mudah dalam menerima sebuah informasi, mengolahnya dan menginformasikan kembali.

Tapi bukan berarti IQ ini dianggap sebagai bahan dasar kesuksesan seseorang. Fakta di lapangan tidak demikian, sebab masih banyak lagi faktor lain yang jauh lebih mempengaruhi kesuksesan, salah satunya kecerdasan dalam bersosial.

Banyak ilmuwan yang beranggapan bahwa kecerdasan dalam bersosial lebih berpotensi menjadikan seseorang menggapai kesuksesan dibanding mereka yang memiliki IQ tinggi semata.

Tingkatan IQ Pada Manusia

Tingkatan IQ Pada Manusia

Dalam pembagian tingkatan IQ setidaknya dapat diklasifikasikan menjadi 10 tingkatan. Klasifikasi tersebut diambil berdasarkan nilai IQ orang-orang yang sebelumnya sudah menjalankan tes untuk mengukur nilai IQ-nya.

Berikut 10 tingkatan IQ pada manusia dan penjelasannya :

1. Tingkatan 0-29 (Idiot)

Tingkat terendah dalam tingkatan IQ ini dikenal dengan istilah idiot. Dengan nilai IQ yang berkisar 0 sampai 29 ini tentu sangat berefek pada kehidupan orang-orang yang berada pada tingkat ini.

Orang yang berada pada tingkat ini, kebanyakan mereka sulit berkomunikasi bahkan tidak mampu untuk berkata-kata. Kalaupun bisa itu hanya mampu mengucapkan beberapa kata saja.

Kondisi fisik mereka juga begitu lemah, dalam mengurus kebutuhan sehari-haripun perlu bantuan dari orang-orang sekitar, mulai dari berjalan, makan , mandi, menggunakan pakaian atau aktivitas-aktivitas sederhana lainnya. Bisa dibilang kondisi mereka mirip dengan anak-anak berusia 2 tahun kebawah.

2. Tingkatan 30-40 (Imbecile)

Pada tingkat kedua terendah ini dengan nilai IQ antara 30-40, sering dikenal dengan sebutan imbecile. Keadaannya sedikit lebih baik dari mereka yang berada di bawahnya.

Mereka yang masuk dalam tingkatan imbecile ini biasanya sudah mampu berkomunikasi, walaupun masih dibilang kurang baik. Kebutuhan-kebutuhan pribadinya bisa ia penuhi sendiri, namun tetap masih dibutuhkan pengawasan dari orang terdekatnya.

Keadaan mereka mungkin serupa dengan anak-anak normal yang berusia sekitar 3 sampai 7 tahun, jadi tetap harus diawasi. Oleh sebab itu mereka yang berada pada tingkatan IQ imbecile tidak bisa disekolahkan di sekolah umum.

3. Tingkatan 50-69 (Moron/Debil/Metally Retarted)

Pada tingkatan IQ yang ketiga diisi oleh golongan yang memiliki nilai IQ sekitar 50 sampai 60.  Ada beberapa sebutan pada mereka yang berada dalam tingkatan ini, antara lain ialah Moron, Debil, atau Mentally Retarted.

Mereka yang berada pada tingkatan ini biasanya mulai mengikuti pendidikan formal di sekolah luar biasa (SLB) yang memang diperuntukkan bagi mereka anak-anak yang berkebutuhan khusus (ABK).

Mereka sudah dapat diajarkan bagaimana cara membaca, menulis, menghitung angka-angka sederhana, sampai pekerjaan sehari-hari yang ringan.

4. Tingkatan 70-79 (Bordeline/IQ Dull)

Mereka yang berada padan tingkatan IQ 70-79 bukan lagi tergolong kedalam kelompok terbelakang, namun mereka juga belum bisa di golongkan masuk kedalam kelompok anak-anak normal. Istilah yang sering dikenal untuk tingkatan IQ ini adalah Bordeline atau IQ Dull.

Alasan mereka tidak layak disebut sebagai kelompok terbelakang adalah karena mereka sebenarnya sudah sanggup untuk mengikuti materi-materi di sekolah normal, bukan sekolah luar biasa (SLB) seperti mereka yang berada di tingkatan IQ di bawahnya.

Walaupun demikian, karena mereka belum tergolong kelompok normal, dibutuhkan usaha dan kerja keras yang luar biasa bagi mereka agar sanggup menyelesaikan pendidikan formal hingga jenjang SMP dan sederajat.

5. Tingkatan 80-90 (Normal Rendah/Below Avarage)

Tingkat IQ berikutnya yaitu mereka yang memiliki nilai IQ sekitar 80 sampai 90. Mereka yang berada pada tingkatan ini sudah bisa di golongkan ke dalam kategori normal, namun masih berada dalam posisi normal yang paling bawah.

Mereka yang berada dalam tingkatan ini membutuhkan usaha dan kerja keras pula dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM). Biasanya mereka sedikit kesulitan atau agak lamban dalam memahami materi-materi yang diajarkan di sekolah.

6. Tingkatan 90-109 (Normal Sedang)

Orang-orang yang berada pada tingkatan IQ 90-109, mereka yang memiliki kecerdasan normal, tidak terlalu cerdas dan tidak juga terbelakang. Di tingkatan inilah kebanyakan populasi manusia berada.

Kehidupan mereka sama seperti orang-orang normal pada umumnya, kebutuhan pribadi mereka dapat dipenuhi dengan baik, materi pendidikan formalpun dapat diikuti.

Namun tetap saja, kadang mereka akan menemukan kesulitan-kesulitan ketika mempelajari suatu hal baru. Karena bagaimanapun kita sebagai manusia tetap dibutuhkan usaha untuk menggapai sesuatu.

7. Tingkatan 110-119 (Normal Tinggi/Above Average)

Tingkatan ini masih tergolong dalam kategori normal, hanya saja berada dalam posisi teratas. Tingkatan ini biasa dikenal dengan istilah abrove average.

Orang-orang yang berada dalam kelompok ini adalah mereka yang yang masih terbilang normal, namun kecerdasannya lebih tinggi dari kebanyakan orang pada umumnya. Orang pada tingkatan above average ini sudah melebihi nilai IQ rata-rata mayoritas manusia, bahkan tergolong tinggi.

8. Tingkatan 120-129 (Cerdas/Superior)

Pada tingkatan IQ 120 sampai 129 merupakan orang-orang yang sudah keluar dari batasan normal. Mereka yang berada pada tingkatan ini biasa disebut dengan cerdas atau superior.

Jika kita lihat dari kemampuan dan kecerdasan yang dimiliki otaknya, seharusnya mereka yang berada pada tingkatan ini bisa lebih mudah untuk menggapai keberhasilan dalam bidang akademik-nya. Memiliki kemampuan otak yang lebih seharusnya dapat mempermudah dalam menggapai kesuksesan, tapi sekali lagi ini bukan jaminan.

Orang-orang yang tergolong pada tingkatan ini biasanya masih bisa kita jumpai di sekolah-sekolah umum. Mendapat nilai-nilai yang tinggi dan menjadi pemegang juara kelas bertahan, ini menjadi ciri yang menonjol dari mereka yang memiliki IQ superior.

9. Tingkatan 130-139 (Sangat Cerdas/Very Superior/Gifted)

Pada tingkatan IQ selanjutnya adalah orang-orang yang memiliki IQ antara 130 sampai 139. Mereka yang berada pada tingkatan ini dikenal sebagai orang yang sangat cerdas, very superior, dan gifted.

Mereka yang berada dalam tingkatan IQ very superior ini kemungkinan besar memiliki kemampuan lebih dalam menulis, membaca, sangat baik dalam hitung menghitung, mengatur keuangan dan juga mudah memahami sesuatu yang bersifat abstrak.

Bukan hanya itu saja, ciri-ciri mereka yang berada di tingkatan ini juga nampak dalam kehidupan sehari-hari. Soal faktor kekuatan, ketangkasan, maupun faktor kesehatan biasanya akan tampak lebih baik dibanding ana-anak normal pada umumnya.

10. Tingkatan 140 ke Atas (Genius)

Pada posisi teratas yaitu orang-orang yang memiliki IQ 140 atau bahkan lebih, mereka masuk dalam kategori pemilik IQ tertinggi di dunia. Karena itu, orang-orang yang berada pada tingkatan ini dijuluki sebagai seorang Genius.

Mereka yang telah mencapai pada tingkatan yang luar biasa ini, bukan semata-mata karena bakat dari lahir saja, tapi mereka sering kali mampu memaksimalkan fungsi otak dan memenuhi 3 faktor kecerdasan secara seimbang, yaitu oksigen, rangsangan dan nutrisi.

Keahlian orang yang masuk dalam kategori genius ini sudah tidak diragukan lagi, sekalipun mereka tidak mengikuti kegiatan belajar dalam jenjang pendidikan formal pada umumnya, mereka mampu berinovasi dengan kelebihannya ini. Seperti menemukan sesuatu hal yang barutau dan lain-lain.

Akan tetapi tetap mereka juga memiliki kekurangan, karena tidak ada manusia yang sempurna. Banyak juga ciri yang nampak dari keseharian-nya, seperti kurang baik dalam bersosial dan sebagainya, namun tidak semuanya demikian.

Populasi mereka tidak begitu banyak, tapi orang genius ini bisa ditemukan di seluruh penjuru dunia. Dari berbagai suku, bangsa dan berbagai kalangan baik dari ekonomi atas maupun bawah, dari laki-laki maupun perempuan.

Populasi Tingkatan IQ Dunia

Berikut tingkatan IQ manusia berdasarkan populasi manusia yang ada di dunia :

  • 70 ke bawah :  2,2 %
  • 70 sampai 79 :  6,7 %
  • 80 sampai 89 : 16,1 %
  • 90 sampai 109 : 50 %
  • 110 sampai 119 : 16,1%
  • 120 sampai 129 : 6,7%
  • 130 ke atas : 2,2 %

Itulah penjelasan singkat tentang tingkatan-tingkatan IQ manusia dan persentase tingkatan IQ berdasarkan populasi manusia di dunia. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kita.

Leave a Reply