Mengenal Lebih Dekat Rumah Adat Jawa

Mengenal Lebih Dekat Rumah Adat Jawa
By Romadecade.org

Sekarang kita hidup di zaman yang sudah mulai jauh dari mengenal budaya-budaya nenek moyang kita dahulu. Salah satunya rumah adat, sekarang kebanyakan orang lebih memilih tinggal di rumah-rumah modern dengan berbagai macam alasan, ada yang bilang biaya pembuatannya mahal, sampai ada juga yang berpendapat itu sudah ketinggalan zaman atau kuno.

Akan tetapi masih ada juga sebagian orang yang masih memilih tinggal di rumah adat. Dengan alasan lebih ramah lingkungan dan ingin melestarikan kekayaan budaya indonesia.

Di sini kita akan mengenal lebih dekat rumah-rumah adat yang ada di Jawa beserta kelebihan dan kekurangan rumah adat di zaman modern ini.

1. Rumah Adat Joglo

Rumah adat Joglo
By Kompasiana.com

Rumah adat joglo, salah satu rumah adat yang paling populer di indonesia. Tidak tangung-tangung rumah adat yang satu ini menempati peringkat satu dalam survei 10 rumah adat terpopuler di Indonesia menurut Litbang KORAN SINDO, dengan skor mencapai 40% dari 10 rumah adat yang disurvei.

Nama rumah adat Joglo sendiri terdiri dari dua kata yang digabung menjadi satu. Yaitu kata “Tajug” dan “Loro” artinya menggabungkan dua tajug. Sedangkan untuk istilah Tajug sendiri merupakan bentuk atap seperti gunung atau piramid.

Rumah adat ini dibangun dari kayu jati, menjadikan rumah ini lebih tahan lama dan kuat. Rumah adat Joglo juga memiliki beberapa keunikan akan bangunannya. Berikut keunikan-keunikan yang di miliki rumah adat Joglo.

A. Arsitektur Bangunan yang Unik

Meskipun rumah adat ini dirancang oleh perancang dahulu, yang di zaman itu belum banyak mengenal teknologi yang canggih, tidak membuat arsitektur pada bangunan ini tak menarik. Segala sesuatu yang dibuat selalu mengedepankan filosofi jawa yang harus dipenuhi.

Rumah adat yang satu ini dibuat dengan susunan kayu yang sangat proposional, sehingga setiap bangunannya terbentuk dengan bagian yang selalu sebanding antara yang satu dengan yang lainnya. Arsitekturnya juga terbilang unik karena menggambarkan segala sesuatu tentang kehidupan dan aktivitas masyarakat jawa.

B. Pintu Utama di Tengah Rumah

Desain inilah yang menjadi salah satu ciri khas rumah adat Joglo. Tata letak pintu utama selalu dibuat dibagian tengah rumah. Posisi pintu ini selalu sejajar dengan ruangan bagian belakang rumah. Meletakkan pintu utama di tengah juga memiliki filosofi. Hal ini menggambarkan bahwa masyarakat jawa memiliki sikap keterbukaan.

C. Terdapat Pager Mangkok

Pager dalam bahasa Indonesia sama dengan pagar. Rumah Joglo ini memiliki pagar khas yang dikenal dengan pager mangkok. Pager mangkok ini dibuat dari tanaman perdu dengan ketinggian tidak mencapai 1 meter.

D.Teras Dengan Empat Tiang

Pada bangunan depan rumah adat Joglo terdapat teras yang memiliki empat tiang dengan bentuk segi empat yang memanjang. Mereka membangun ini sebagai tempat berkumpul dengan orang lain.

E. Memiliki Jendela yang Banyak dan Besar

Rumah adat Joglo terkenal memiliki banyak jendela dengan ukuran yang besar. Jumlah jendela sendiri mencapai puluhan jika dihitung dari bagian depan, belakang, kanan dan kiri rumah. Belum ditambah lagi dengan  ukuran jendela yang besar-besar, sehingga suasana di dalam rumah adat Joglo ini sangat segar.

2. Rumah Adat Tajug

Rumah Adat Tajug
By romadecade.org

Rumah adat Tajug adalah rumah adat jawa yang berfungsi sebagai tempat ibadah khusus digunakan untuk masjid atau tempat sakral. Masyarakat biasa tidak diperkenankan untuk membangun dengan bentuk seperti ini, karena rumah tajug salah satu tempat yang disucikan.

Ciri khas dari rumah Tajug adalah bentuk atapnya yang runcing, bentuknya seperti bujur sangkar. Bentuk rumah Tajug sendiri ada banyak, yang dikenal antara lain Semar Tinandu, Semar Sinongsong, Lambang Sari, Mangkurat dan masih ada beberapa tipe lagi dengan total 13 tipe.

3. Rumah Adat Jolopong

Rumah Adat Jolopong
By budayajawa.id

Rumah adat Jolopong, ini salah satu rumah adat Jawa Barat. Jika kita lihat dari arsitekturnya, rumah adat ini desainnya sangat sederhana dan hemat bahan bangunan. Bagian atap rumah ini terdapat dua bagian dimana kalau kedua ujungnya ditarik akan terbentuk segitiga sama kaki.

Pembagian ruangannya tergolong sangat sederhana, yaitu teras, ruang tengah, kamar tidur dan dapur. Desain dari rumah ini merupakan siri khusus rumah adat di sini dan lebih di kenal dengan nama Suhunan. Jika Anda ingin melihat secara langsung rumah adat Jolopong ini masih banyak digunakan oleh masyarakat di daerah Garut.

4. Rumah Adat Using

Rumah Adat Using
By Merdeka.com

Rumah adat Using merupakan rumah adat Jawa Timur, yang terletak di Kabupaten Banyuwangi. Rumah adat ini masih banyak dijumpai di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, dan masih di tempati hingga saat ini.

Salah satu kekhasan rumah adat ini dapat dilihat dari atap rumah. Rumah adat Using ini memiliki tiga bentuk atap yaitu Tikel Balung, Baresan dan juga Cerocogan. Ketiga bentuk rumah adat ini bisa di bedakan dari jumlah bidang atap yang dinamakan rab.

Bentuk Tikel Balung merupakan bentuk dasar rumah adat Using yang terdiri dari empat bidang atap atau yang dinamakan rab. Sedangkan bentuk Baresan adalah bentuk yang lebih sederhana dari Tikel Balung, yaitu dengan menghilangkan satu rab di belakangnya sehingga terdiri dari tiga rab (bidang).

Dan bentuk Cerocogana memiliki bentuk atap yang paling sederhana dari tipe arsitektur Using, karena bentuknya yang sederhana terdiri dari dua rab (bidang). Cerocogan biasanya terdapat di bagian belakang rumah di gunakan untuk menaungi pawon (dapur).

5. Rumah Adat Kesepuhan

Rumah adat Jawa Kesepuhan
By pikiran-rakyat.com

Rumah adat Kesepuhan atau lebih dikenal dengan Keraton Kesepuhan. Rumah adat ini awal didirikan oleh Pangeran Cakrabuana sekitar tahun 1529. Beliau merupakan putra dari Prabu Siliwangi dari kerajaan Padjajaran. Keraton ini merupakan perluasan dari Keraton Pakungwati yang sudah ada sebelumnya. Berikut bagian-bagian yang terdapat dalam keraton kesepuhan :

A. Pintu Gerbang Utama Keraton

Pintu gerbang Keraton sendiri terdapat dua pintu, yang pertama letaknya sebelah utara disebut Kreteg Pangrawit berupa jembatan. Pintu kedua terletak di sebelah selatan disebut Lawang Sanga (Pintu sembilan).

B. Bangunan Pancaratna

 bangunan pancaratna
By Pusakapusaka.com

Bangunan ini terletak di sebelah kiri depan kompleks arah barat. Bangunan ini memiliki ukuran 8 x 8 meter dengan atap yang disangga dengan empat tiang atau sokoguru di atas lantai lebih tinggi, atap bangunannya sendiri terbuat dari genteng.

C. Bangunan Pangrawit

Bangunan ini letaknya di kiri depan kompleks dengan posisi menghadap arah utara. Fungsi utama bangunan ini sebagai tempat istirahat, tempat pengadilan dan sebagai tempat perwira melatih prajurit.

Ini hanya sebagian kecil saja dari rumah-rumah adat yang ada di jawa. Setidaknya kita sudah sedikit mengenal warisan kebudayaan yang ada di Indonesia. Selanjutnya kita akan sedikit mengulas tentang kelebihan dan kekurangan rumah adat jawa.

Kelebihan dan Kekurangan Rumah Adat

Kelebihan :

  • Udara di dalam rumah adat akan terasa lebih sejuk, karena adanya atap yang meruncing di bagian tengah.
  • Tersedia Area cukup luas untuk bersosialisasi.
  • Rumah Joglo dapat dipindahkan ke lokasi lain.
  • Rumah adat jawa lebih mampu mengatasi hawa panas yang datang dari luar, karena semua bagiannya terbuat dari kayu.
  • Lebih ramah lingkungan dan sisa-sisa material tidak sulit dibersihkan.

Kekurangan :

  • Diperlukan biaya cukup besar untuk membangun rumah adat Jawa asli, akibat semakin tingginya harga material kayu.
  • Untuk membangun rumah Joglo asli yang lengkap dibutuhkan lahan yang luas.
  • Tanpa adanya dinding penutup, lantai area pendopo lebih mudah kotor akibat debu.

Leave a Reply