Pengalaman Naik Gunung Pertama Kali

Pengalaman Naik Gunung Pertama Kali

Sekitar 7 tahunan yang lalu, lebih tepatnya 22 Juni 2013 ini pengalaman pertama saya bisa berada di dataran tertinggi di Jawa Barat yang saya lalui bersama teman-teman seperjuangan dengan penuh drama dan perjuangan yang mungkin akan selalu kita ingat.

Ketika itu saya masih berada di kelas 10 MA saat liburan kenaikan kelas ke kelas 11.  Seperti siswa-siswa lainnya kalau liburan biasanya ingin menghabiskan waktu dengan sesuatu yang mengesankan, begitu juga dengan kami anak-anak Pesantren ingin mencoba sesuatu yang lebih menantang.

Motivasi Sang Kapten

Motivasi Sang Kapten

Kita berangkat berpetualang pada saat itu dengan 9 personil ditambah 1 pembimbing yang memotivasi kita jauh-jauh dari hari sebelum keberangkatan hingga pulang ke rumah masing-masing.

Ini yang mungkin menjadi hal paling menakutkan ketika hari-hari menjelang keberangkatan, kita di takut-takuti dengan cerita-cerita mengerikan tentang keadaan para pendaki ketika naik ke gunung.

Mulai dari ada yang meninggal di atas gara-gara kedinginan, sampai meninggal gara-gara lemah fisik ada juga yang hilang tidak di temukan dan macam-macam lainnya yang membuat kita parno :D.

Tapi dengan kita di takut-takuti seperti ini membuat kita termotivasi untuk tidak mengalami kejadian-kejadian yang di ceritakan tadi, mungkin inilah yang di namakan dengan motivasi terselubung.

Persiapan

Persiapan

Dengan motivasi-motivasi di atas mulailah kita mempersiapkan segala hal yang perlu di siapkan, mulai dari joging setiap hari sampai latihan-latihan olahraga lain yang melatih kekuatan kaki dan pernafasan.

Tidak lupa juga dengan barang-barang yang perlu kita bawa, berhubung kita pendaki-pendaki pemula barang yang kita bawa pun alakadarnya, mulai dari tas yang kebanyakan kita pakai tas sekolah, alas kaki ada juga yang pakai sandal seribu umat si swallow.

Kata pembimbing dari pada pakai sepatu sekolah yang kurang layak pakai lebih baik pakai si swallow lebih tangguh. Tapi memang si tangguh ini bisa menaklukkan petualangan sebagian teman-teman kita dari naik hingga turun.

Dan tidak lupa juga dengan barang bawaan wajib bagi pendaki gunung pemula, diantaranya:

  • Bawa jaket/ pakaian tebal yang bisa menjaga kita dari dingin kalau bisa bawa yang waterproof.
  • Bawa kaos kaki tebal minimal 2 pasang untuk tidur.
  • Pakai celana panjang untuk menghindari dari gigitan serangga.
  • Bawa sarung tangan untuk menjaga dari dingin.
  • Bawa senter sangat penting ini buat perjalanan malam.
  • Bawa obat-obatan pribadi.
  • Bawa makanan ringan buat makan bareng-bareng, kalau makanan pokok sudah kita kumpulkan jadi satu.

Kendaraan Penghubung

Kendaraan Penghubung

Kita mulai perjalanan kita dari Cirebon lebih tepatnya daerah Kalitanjung dari situ lah kita mulai berjalan kaki menuju pangkalan angkutan umum Elf di daerah Penggung sekitar 20 menitan. Setelah sampai mulailah kita tawar menawar dengan kondektur supaya bisa langsung di antar ke pos pendakian Ciremai jalur palutungan.

Setelah semuanya fix angkihrnya kita berangkat dengan satu mobil yang sama sampai di pos pendaftaran jalur palutungan, oya untuk gunung ciremai sendiri memiliki beberapa jalur pendakian ada linggasana, linggarjati, apuy, dan palutungan. Yang paling mudah dari semuanya yaa itu palutungan cocok buat pemula.

Mulai Petualangan

Mulai Petualangan

Sesampainya kita di pos pendaftaran jalur palutungan kita istirahat sebentar sambil jajan-jajan di warung setempat, setelah itu baru kita mulai petualngannya.

Pada awal-awal perjalanan sekitar 10 sampai 20 menitan kita sudah merasakan sesak nafas membuat nafas kita terengah- engah ini sedikit membuat kita kaget, bagaimana bisa sampai puncak perjalanan baru bentar sudah terengah- engah.

Tapi santai aja kata pendamping itu hal biasa di alami pendaki saat pendakian pertama, setelah kita lalui pendakian  lebih jauh Alhamdulillah nafas kita pun sudah mulai terbiasa.

Pos Pendakian

Di jalur palutungan sendiri kalau kita total ada sekitar 8 pos yang harus di lewati. Pos pertama yang kita lewati yaitu pos cigowong untuk sampai ke sini sekitar 2 jam perjalanan dari pos pendaftaran, cukup memakan waktu dan tenaga dan sedikit membuat kita down juga dengan celotehan “baru satu pos aja udah kuwalahan, ini masih 7 pos lagi!” .

Biasalah pendaki pemula harap di maklumi :D, naah di sini lah peran pembimbing harus selalu memotivasi anggotanya untuk tetap semangat memang ini hal biasa yang di alami pendaki pemula masih belum terbiasa dengan keadaan, banyak juga cerita dari teman- teman, di sini merupakan pos penentu sebagian pendaki antara lanjut dan tidak.

Pos cigowong sendiri merupakan satu-satunya pos yang memiliki air melimpah di jalur palutungan, kita sendiri dari bawah tidak terlalu banyak membawa air, hanya membawa botol-botol kosong untuk kita isi di cigowong lumayan menghemat tenaga perjalanan dua jam.

Pos-pos di jalur palutungan:

  1. Pos 1 Cigowong 1450 mdpl
  2. Pos 2 Kuta 1575 mdpl
  3. Pos 3 Panguyuban Badak 1800 mdpl
  4. Pos 4 Arban 2050 mdpl
  5. Pos 5 Tanjakan Asoy 2108 mdpl
  6. Pos 6 Pasanggrahan 2200 mdpl
  7. Pos 7 Sanghyang Ropoh 2650 mdpl
  8. Pos 8 Goa Walet  2950 mdpl
  9. Puncak Ciremai 3078 mdpl

Suka Duka di Perjalanan

Suka Duka di Perjalanan

Di setiap perjalanan panjang biasanya pasti ada suka duka, apalagi sekarang kita lalui perjalanan di daerah yang penuh dengan keterbatasan di tengah-tengah hutan yang jarang kita melihat orang berlalu lalang. Di saat-saat seperti ini lah di uji kesetiakawanan kita kepada teman-teman yang jarang kita tunjukkan di keseharian kita.

Di kelompok saya sendiri ada beberapa tipe fisik orang, ada yang bisa mengimbangi perjalanan ada juga yang tertinggal jauh. Di saat-saat seperti ini kita di uji di antara rasa capek perjalanan dan rasa capek menungu teman :D. Ya maklumlah namanya juga mendaki pertama kali, masih uji coba fisik.

Di antara hal yang hampir di alami setiap pendaki pemula yaitu dilema antara buang hajat sekarang atau di tunggu nanti sampai turun di bawah :D. Iya itu terjadi di kelompok kita yang tak terbiasa hidup ngebolang mungkin akan pikir-pikir dua kali untuk buang hajat di hutan belantara seperti ini atau di tahan sampai bertemu toilet nanti :v .

Ada juga kata-kata yang membuat kita sudah tak percaya lagi dengan perkataan itu, ketika kita tanya ke teman-teman pendaki yang sedang turun “Pos selanjutnya masih jauh ga bang?” Pasti di jawab dengan “Bentar lagi bang beberapa menit lagi / bentar lagi sekitar satu putung rokok lagi”.

Dengan jawaban seperti itu kita-kita yang belum faham dengan jawaban itu pasti akan lebih semangat untuk mendaki dengan bayangan bentar lagi sampai pos, tapi kenyataannya sudah berjalan lama tetap masih belum juga bertemu pos. ternyata itu hanya sebuah jawaban penyemangat buat kita-kita yang masih di bawah.

Detik-detik Penaklukan

Detik-detik Penaklukan

Kita sendiri untuk mendaki puncak Ciremai membutuhkan waktu 3 hari 2 malam, iya memang tergolong lama untuk hanya sekedar mendaki puncak Ciremai, tapi kita niatkan pendakian pertama ini ingin berlama-lama berada di gunung ingin lebih menikmati suasana berkemah di gunung dan melihat sunrise plus sunset.

Detik-detik menuju puncak, menurut kita ini merupakan jalan tersulit yang harus kita lewati, di saat tenaga sudah di ujung tanduk kita di hadapkan dengan jalan bebatuan yang curam dan menanjak sehingga banyak dari kita yang baru beberapa langkah kaki sudah tidak kuat lagi untuk berjalan.

Tapi dengan keyakinan dan pengorbanan yang cukup memakan tenaga dan waktu akhirnya kita sampai juga di puncak di hadapkan dengan keindahan sunset cukup untuk menghilangkan lelah kita.

Setelah hari mulai gelap kita pun turun ke Goa Walet untuk berkemah, dan di pagi hari kita naik ke puncak lagi untuk menikmati keindahan sunrise, akhirnya lengkap sudah keindahan yang kita nanti-natikan, setelah itu kita berkemas pulang dengan jalur yang sama.

Perjalanan turun sendiri tidak memakan waktu lama hanya butuh sekitar 7-8 jam, setelah kita sampai di pos pendaftaran kita menaiki angkutan umum untuk menuju ke mobil Elf, setelah sampai di tempat mobil Elf kita pulang menuju kota cirebon dengan membawa kenangan yang cukup mengesankan.

Leave a Reply