Mencari Harapan di Jakarta

Mencari Harapan di Jakarta
Sumber : Pixabay

Banyak yang bilang Jakarta sebuah kota harapan, iya biasanya kota-kota besar selalu menjadi daya tarik untuk mencari segala hal mulai dari mencari popularitas, mencari uang hingga mencari ilmu.

Pengalaman saya kali ini ke kota Jakarta, ingin mencari sebuah harapan, salah satu harapan mayoritas alumni-alumni pondok pesantren yang ingin mendalami agama dan bahasa arab mereka, setelah Universitas Islam Madinah dan Al Azhar Mesir, yaitu satu-satunya kampus di Indonesia yang terbilang paling bagus bahasa arabnya, LIPIA Jakarta.

Profil yang Dituju

Kampus LIPIA
Kampus LIPIA

LIPIA Jakarta, LIPIA adalah singkatan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab. LIPIA adalah kampus Arab Saudi cabang dari Universitas Islam Muhammad bin Su’ud di Riyadh.

LIPIA berdiri sejak tahun 1980 berlokasi di jalan Buncit Raya No. 5A, RT.1/RW.11, Ragunan, Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12540.

LIPIA sudah 39 tahun eksis di Indonesia, buah kerja sama antara Kementrian Pendidikan Tinggi (Wizarah At-Ta’lim Al-’Ali) Kerajaan Arab Saudi dan Pemerintah Indonesia. Tujuan didirikannya kampus LIPIA adalah menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan atar kedua negara muslim terbesar, dan untuk menyebarluaskan ilmu Bahasa Arab dan Syari’ah Islam di Indonesia.

Inilah profil singkat dari tempat sebuah harapan yang akan di tuju, untuk lebih lengkapnya bisa search di google.

Persiapan

Persiapan ujian
Sumber : Pixabay

Sebelum saya melakukan perjalanan ke jakarta, sebelumnya saya sudah melakukan pendaftaran dahulu melalui online di http://lipia.org, yaitu dengan memasukkan berkas-berkas yang diminta untuk dilakukan seleksi, siapa saja yang memenuhi persyaratan.

Alhamdulillah pada seleksi tahap pertama ini saya mendapat kesempatan untuk mengikuti seleksi di tahap selanjutnya yaitu tes tulis di Jakarta, ada juga beberapa teman yang masih belum mendapat kesempatan untuk mengikuti seleksi di tahap kedua ini.

Pada seleksi berkas sendiri ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya :

  • Ijazah SMA/ sederajat (dengan nilai minimal 80)
  • Mengisi formulir di link pendaftaran (lipia.org)
  • Fotokopi KTP
  • Surat keterangan sehat (tidak mengidap penyakit menular)
  • SKCK dari kepolisian
  • Foto 4×6

 

Perjalanan

Perjalanan
Sumber : Pixabay

Saya melakukan perjalanan ke Jakarta dengan tujuh teman saya, satu angkatan di pesantren.

Ini perjalanan kedua saya ke Jakarta untuk melakukan tes seleksi di perguruan tinggi, yang sebelumnya saya pernah melakukan tes seleksi juga untuk masuk ke Universitas Islam Madinah yang bertempat di pondok pesantren Darunnajah Jakarta Selatan.

Perjalanan kali ini kami lalui menggunakan kereta api, karena menurut kami kereta api salah satu alat transportasi paling nyaman dibanding mobil bis.

Hari keberangkatan pun tiba, kami memutuskan untuk bertemu di stasiun kereta api, kami mulai perjalanan dari stasiun Parujakan Cirebon menuju stasiun Pasar Senen Jakarta.

Kami mendapat jadwal keberangkatan di sore hari dan sampai Jakarta sekitar jam 8 malam. Setelah kami sampai di stasiun Pasar Senen kami lanjutkan perjalanan menuju stasiun Pasar Minggu menggunakan jasa transportasi KRL.

Ini pengalaman pertama saya menggunakan KRL di waktu-waktu orang pulang kerja, dengan membawa barang bawaan yang lumayan banyak ditambah dengan sesaknya KRL.

Sesampainya kami di stasiun Pasar Minggu kami pun melanjutkan perjalanan menuju kontrakan kakak salah satu teman saya, yang kebetulan sedang belajar di LIPIA Jakarta juga.

Awalnya kami agak sedikit bingung untuk mencari alat trasnportasi ke sana, karena komunikasi sempat terputus, tapi akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan taksi argo.

Pada saat kami melakukan perjalanan menggunakan taksi argo, kami dibawa jalan-jalan dulu sama supir taksi, lumayan jauh, padahal tempat yang kami tuju hanya berjarak beberapa menit dari stasiun Pasar Minggu, dan ini membuat biaya taksi melonjak jauh, nasib pendatang baru :D.

Awal Kedatangan di Rumah Singgah

Awal Kedatangan di Rumah Singgah
Sumber : Pixabay

Pada saat kami turun dari taksi, kami pun disambut oleh kakak teman kami dan beberapa teman lainnya dengan baik. Alhamdulillah kami diberi tumpangan tempat tinggal untuk beberapa hari ke depan, walaupun sebagian dari mereka ada yang harus pindah ke tempat lain, karena jumlah kami yang lumayan banyak, hingga delapan orang.

Kata mereka ini sudah biasa kalau ada tamu yang datang, mereka lebih mendahulukan tamu dibanding diri mereka sendiri, selaras dengan hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang adab memuliakan tamu :

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلأخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari)

Perantau Pemula

Perantau Pemula
Sumber : Pixabay

Awal kami datang, kami masih belum terbiasa dengan kehidupan di Jakarta, dengan pembekalan uang yang kebanyakan pas-pasan, kita sedikit bingung untuk menyesuaikan makanan di Jakarta, yang menurut kami waktu itu serba mahal 😀 .

Teman-teman saya pun mulai mencari-mencari ide, bagaimana supaya uang yang kami punya cukup untuk hidup minimal 7 hari ke depan di Jakarta, iya karena kita juga belum tau untuk menunggu waktu tes ini berapa lama.

Beberapa ide pun muncul mulai dari hanya membeli nasi saja untuk delapan porsi dan lauknya kita kurangin hanya untuk beberapa porsi saja.

Ada juga ide untuk beli nasi di tempat dengan lauk yang sangat minim, ide ini pernah saya pakai dan rasanya sedikit malu ketika kita makan di warung orang di samping makan dengan lauk-lauk yang istimewa, kita di sebelahnya hanya makan dengan oreg tempe saja 😀 .

Cara-cara di atas pun tidak bertahan lama, hingga kita menemukan ide yang paling cocok untuk memecahkan masalah ini, yaitu dengan pesanan sistem catering dan menegosiasi ibu warung sampai menemukan harga yang pas untuk makan sehari-hari kita selama di Jakarta.

Hari Pertama Ujian

Hari Pertama Ujian
Sumber : Pixabay

Kita datang ke Jakarta satu hari sebelum ujian pertama dimulai, setelah masalah perantau pemula terpecahkan, sekarang saatnya memecahkan masalah yang sesungguhnya, yaitu menghadapi ujian masuk kampus, tujuan utama kita datang ke kota Jakarta.

Di hari pertama ujian jadwal mulai masuk jam 8 pagi, satu jam sebelum ujian dimulai, kami berangkat dari kontrakan ke kampus dengan berjalan kaki, jarak dari kontrakan ke kampus memakan waktu sekitar 15 menit dengan berjalan kaki sedikit cepat, lumayan jauh bagi kami yang baru merasakannya.

Setelah kami sampai di kampus, kami tidak langsung masuk melainkan menunggu dulu di depan gerbang kampus karena dihalangi oleh satpam, yang katanya belum mendapat izin dari dosen untuk memasukkan pendaftar calon mahasiswa-mahasiswa baru ini.

Di sini memang terlihat sangat ketat, setiap ada mahasiswa yang masuk wajib membawa kartu tanda mahasiswa. Jadi kami yang pendaftar calon mahasiswa baru masih belum mendapatkan izin masuk, sampai akhirnya ada dosen yang mempersilahkan kita masuk.

Saat kami memasuki gedung kampus, kami pun mencari-cari ruangan yang sebelumnya telah diumumkan di website resmi LIPIA, setelah kami memasuki ruangan yang telah dibagi, beberapa menit kemudian ujian pun dimulai dengan diawasi oleh dua orang syaikh.

Waktu ujian sendiri diberi waktu maksimal 2 jam untuk menyelesaikan 100 soal pilihan ganda, walaupun pilihan ganda tapi lumayan memakan pikiran. 100 soal dengan berbagai macam mata pelajaran yang insya Allah akan saya ceritakan di tulisan saya bagian kedua. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

 

Leave a Reply