11+ Cara Sukses Budidaya Ulat Hongkong

11+ Cara Sukses Budidaya Ulat Hongkong

Ulat hongkong atau dalam bahasa lain dikenal dengan Meal Worm atau Yellow Meal Worm, merupakan larva dari proses metamorfosa kumbang kecil, yaitu dari telur – larva – kumbang, dan larva inilah yang disebut dengan ulat hongkong.

Ulat hongkong memiliki kandungan protein yang sangat tinggi, sehingga banyak digunakan sebagai makanan burung, ikan, reptile dan bisa juga untuk makanan kroto.

Usaha budidaya ulat hongkong saat ini cukup menjanjikan dan bisa memberikan keuntungan yang cukup besar, kalau kita bisa membudidayakannya dengan benar. Untuk memulai budidaya ulat hongkong juga tidak membutuhkan biaya yang terlalu besar dan bisa dimulai dan dijalankan dalam waktu singkat.

Untuk kita yang tertarik budidaya ulat hongkong berikut cara-cara agar berhasil budidaya ulat hongkong.

1. Siapkan Perlengkapan

Untuk langkah pertama siapkan havermut atau oatmeal kering yang akan menjadi sumber kelembaban organik dan tidak berjamur terlalu cepat.

Selain itu, kita juga bisa menggunakan irisan kentang, apel, wortel, serta buah-buahan atau sayur-sayuran lainnya. Siapkan juga 3 toples plastik yang sudah diberi lubang udara bagian atasnya dan beberapa karton telur.

Sedangkan untuk persiapan bibit atau yang dikenal dengan darkling beetle larva bisa disiapkan sebanyak seribu ekor. Tuangkan oatmeal atau havermut ke dalam toples hingga ketinggian sekitar 2,5 cm, dimana lapisan ini akan dijadikan alas sekaligus makan ulat hongkong dalam beberapa tahap pertumbuhan.

2. Sediakan Wortel atau Potongan Sayur Dalam Toples

Sediakan wortel atau potongan sayur seperti kentang, daun selada atau daun seledri, bisa juga menggunakan apel. Jika ingin lebih awet gunakan wortel, karena memiliki waktu berjamur lebih lama jika dibanding dengan buah dan sayur lainnya. Jika memang ingin menggunakan buah dan sayur lainnya, maka pastikan untuk sering diganti.

3. Pemilihan Induk yang Tepat

Cara budidaya ulat hongkong

Untuk memilih indukan ulat hongkong yang tepat, usahakan untuk tidak lebih dari 2kg supaya ulat yang menjadi kepompong ukurannya bisa besar dengan rata-rata ukuran panjang 15 mm dan lebar 4 mm. Sedangkan untuk ulat dewasa dengan ukuran 15 mm dan diameter 3 mm, akan mulai berubah menjadi kepompong sekitar 7 sampai 10 hari secara bergantian.

4. Perawatan Toples

Beberapa peternak ulat hongkong pada umumnya melakukan pemeriksaan setiap hari namun ada juga yang hanya diperiksa seminggu sekali. Untuk perawatannya buang sayuran yang sudah busuk, serangga mati atau jamur yang ada pada oatmeal, kemudian tambahkan dengan oatmeal atau sayuran yang baru juga memang diperlukan, dan aduk lapisannya untuk menghindari pertumbuhan jamur.

5. Perhatikan Pupa Dalam Toples

Perubahan menjadi pupa biasanya akan terjadi antara seminggu sampai dua bulan, tergantung dari suhu dan juga umur ulat tersebut saat beli. Tingkat kedewasaan ulat disetiap tahap siklusnya ditandai dengan perubahan warna yang menjadi gelap.

Pupa akan bermulai dari warna putih pucat dan terlihat seperti kumbang yang sedang meringkuk dan bukan berbentuk seperti ulat. Ulat nantinya akan berganti kulit sebanyak beberapa kali, sebelum nanti akan berubah menjadi pupa.

6. Pisahkan Pupa

Saat pupa mulai terlihat, maka harus segera dipisahkan. Kita bisa memakai pinset jika tidak ingin memegangnya secara langsung. Pupa pada umumnya tidak akan banyak bergerak dan tidak membutuhkan makanan apapun. Sedangkan untuk kelembaban, bisa ditambahkan buah atau sayur ke dalam toples walaupun tetap tidak akan dimakan buah atau sayuran tersebut.

Pemisahan pupa dengan larva dari kumbang sangat penting untuk dilakukan karena pupa berisiko dimakan sebelum kepongpongnya terbuka.

Tahap pupa ini akan berlangsung antara satu minggu hingga beberapa minggu tergantung dari suhu, dimana ketika waktunya semakin dekat, maka warna pupa akan berubah semakin gelap. Periksa toples secara teratur untuk melihat perkembangan dan pertumbuhan pupa, karena sangat penting jika memiliki banyak kumbang dalam siklusnya.

7. Pindahkan Kumbang Dewasa

kumbang uat hongkong

Saat kita sudah mulai menemukan kumbang dewasa dalam toples pupa, maka segera pindahkan ke dalam toples berbeda sebab bisa memakan pupa. Dan tambahkan juga oatmeal lebih banyak sebagai ruang untuk bersarang.

Jangan lupa untuk periksa toples kumbang dewasa dengan teratur dan cari telurnya. Telur ini nantinya akan semakin bertambah dan semakin banyak kumbang yang ada dalam toples, dan umumnya biasa di temukan di dasar toples.

Kumbang betina dewasa, umumnya sekali bertelur akan menetaskan 500 telur, dan akan menetas dalam 4 sampai 18 hari tergantung dari temperatur suhunya. Pindahkan ulat dari habitat kumbang dewasa ke dalam toples ulat atau toples larva. Karena betina akan menghasilkan banyak telur, maka kita harus sering memindahkan larva sesudah telur menetas.

8. Periksa Toples Secara Rutin

Pemerikasaan juga harus selalu dilakukan setiap harinya atau setiap minggu, termasuk dengan mengganti pakan dan sumber kelembaban yaitu buah atau sayur-sayuran.

Selain itu, jaga juga toples kumbang, dan pisahkan apabila mulai berkembang biak sesuai dengan tahap perkembangannya dan buang kumbang yang sudah mati, serta acak lapisan oatmeal secara teratur.

9. Pemberian Pakan Ulat Kecil

Jika ulat masih ada dalam kapas, sebaiknya di berikan pakan sayuran selada yang sudah dijemur setengah kering. Jika diberikan makanan biasa, bisa diberikan dengan ukuran 100 gram dan disebarkan, dan bisa diberikan pakan baru jika pakan sudah habis.

Jika ulat sudah terpisah dari kapas, maka pemberian pakan bisa diberikan sekitar 1 kg dengan dikepal dan sebagian lagi disebar secara merata. Sedangkan untuk ulat kecil satu kotak, bisa diberikan 2 kg dengan ukuran ulat panjang 6 mm dan diameter 1,5 mm berumur sekitar 39 hingga 60 hari.

Untuk ulat dewasa yang berumur sekitar 60 hingga 90 hari, maka pemberian pakan bisa diberikan sebanyak 1,5 hingga 2 kg per kotak, dengan cara dikepal dan sebagian lagi disebarkan sedikit.

10. Tempat Budidaya

Contoh kandang ula thongkong
Contoh tempat budidaya ulat hongkong by budidayaternak.id

Untuk lokasi budidaya / peternakan ulat hongkong, usahakan di ruangan yang memiliki tembok disekelilingnya untuk menghindari hama seperti tikus atau semut. Sedangkan untuk atap terbuat dari eternit dan untuk lantai bisa dari ubin atau di plester seperti tembok. Untuk bagian bangunan 95% harus tertutup.

Sementara untuk suhu, usahakan suhu yang ada dalam ruangan berkisar antara 29 hingga 30 derajat celcius, dan selalu dalam keadaan lembab sehingga tidak terlalu dingin atau panas. Ini merupakan suhu terbaik untuk budidaya ulat hongkong.

11. Penyakit Ulat Hongkong

Seperti budidaya pada umumnya, ulat hongkong juga rentan terhadap serangan penyakit. Supaya lebih jelas berikut ciri-ciri ulat hongkong yang terkena penyakit dan bagaimana cara mengatasinya dengan baik.

  • Ulat yang berpenyakit, kulit ulat akan berubah warna menjadi kuning agak kehitaman, sehingga jangan terlalu banyak diberikan makanan daun daunan dan jangan terlalu banyak diberikan dedak.
  • Ulat yang mati berwarna merah. Jika ini terjadi maka cara pencegahannya yaitu dengan memberikan pakan yang tidak terlalu basah dan harus segera diatasi, karena penyakit ini bida menular dan menyerang dengan cepat.
  • Ulat yang mati berwarna hitam. Jika ini terjadi, maka pemberian makanan harus disebar, yang biasanya terjadi pada ulat dewasa sekitar satu hingga tiga bulan, sehingga pemberian pakan harus dilakukan dengan dikepal-kepal.

12. Kapasitas Produksi

Kapasitas produksi 1000 gram (1 kg) ulat dewasa. Maka dari pembibitan 1000 gram ulat dewasa yang berumur 90 hari, kepompong yang akan dihasilkan adalah sekitar 900 gram secara bertahap, dalam 10 kali pengambilan kepompong.

Dan dari 900 gram kepompong tersebut akan dihasilkan 700 gram kumbang yang sehat dan siap bertelur, dengan tingkat kematian dari kepompong menjadi kumbang sekitar 2% setiap pengambilan kumbang.

Maka dari 1 kg ulat bibit, nantinya akan dihasilkan sekitar 33,1 kg ulat hongkong yang sudah siap jual, dengan rincian : Target hasil tersebut akan dicapai jika tingkat kematian kumbang hanya berkisar 1% dan makanan terjamin serta perkembangan dan pertumbuhannya baik.

Demikian penjelasan 11+ cara sukses budidaya ulat hongkong, mulai dari awal budidaya hingga siap jual. Selamat mencoba dan salam sukses.

Leave a Reply